Lembaga penelitian dari Prancis,Ecole Francaise d’Extreme Orient (EFEO) menemukan ribuan benda kuno dari penggalian arkeologi yang digelar selama tiga minggu (28/4-13/5) di Kota China, Medan Marelan.
Benda-benda itu diperkirakan berasal dari abad ke-11 hingga 14. Peneliti dari EFEO (Lembaga Kajian Prancis untuk Asia Prancis) Daniel Perret yang ditemui SINDO di lokasi ekskavasi atau penggalian menyebutkan,mereka melakukan penelitian untuk mencari pola permukiman penduduk yang pernah ada sekitar 800 hingga 1.000 tahun yang lalu di kawasan yang disebut Kota China itu.
”Dari hasil temuan penggalian kami, memang di kawasan ini terindikasi adanya pola permukiman penduduk sekitar 800 hingga 1.000 tahun lalu,” ujar Daniel,kemarin. Pihaknya akan melakukan penelitian di Kota China secara bertahap selama lima tahun ke depan.Selama tiga minggu bekerja di kawasan tersebut,pihaknya telah membuka enam kotak ekskavasi.Letaknya berada di tiga titik berbeda berukuran 5 x 5 meter dengan kedalaman 0,5 hingga 1,5 meter.
Hasilnya,ditemukan sejumlah fragmen keramik, fragmen gerabah, koin China, manik-manik,tulang belulang,kerang,peleburan besi,bata kuno,dan batu pecahan arca. Temuan lain yang sangat menarik adalah serpihan lembaran emas kuno. Pihaknya juga menemukan fragmen keramik yang diperkirakan berasal dari India, Timur Tengah,dan China. ”Sebelum melakukan ekskavasi, kami sudah melakukan survei lahan pada Februari lalu dan kami menemukan banyak pecahan keramik kuno di permukaan tanah.
Ini pertanda bahwa di kawasan itu dulunya telah ada permukiman penduduk,”ujar Daniel. Setelah melakukan penggalian, dalam satu minggu ke depan,pihaknya akan melakukan penelitian yang tersisa dan menganalisa seluruh temuan ekskavasi bersama Balai Arkeologi.Hasilnya nanti akan dibukukan seperti penelitian yang pernah dilakukannya di Barus selama 11 tahun dan di Padang Lawas selama 5 tahun.
”Kami akan meneliti selama lima tahun.Namun, untuk tahun ini,ekskavasi yang kami lakukan di enam kotak dulu,”ujar Daniel sembari menyebutkan di tahun 1970-an peneliti lainnya dari Prancis juga telah melakukan ekskavasi dua kota di Kota China dan menemukan benda-benda kuno. Pihaknya juga memperkirakan benda kuno di situs Kota China itu masih terdapat di sekitar 20-25 hektare (ha).
Namun,mereka terkendala dengan lahan penggalian yang masih dimiliki masyarakat. Kepala Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial (Pussis) Universitas Negeri Medan (Unimed) Phil Ichwan Azhari menyebutkan,ekskavasi yang dilakukan ini menunjukkan apresiasi dan perhatian dunia internasional yang begitu penting terhadap penyingkapan misteri sejarah dan arkeologi di Kota China.”Penelitian ini secara perlahan akan mengungkap misteri kota kuno di utara Kota Medan yang situsnya kurang mendapat perhatian dari Pemko Medan,”kata Ichwan.
Ichwan menuturkan, penelitian dan ekskavasi itu langsung didanai oleh pemerintah Prancis melalui EFEO yang dilaksanakan sejak tanggal 28 April 2011 dan dipimpin oleh Dr Daniel Perret.Penelitian melibatkan 30 orang peneliti dan tenaga pembantu lapangan yang dilaksanakan atas kerja sama antara Pusat Arkeologi Nasional,Balai Arkeologi Medan,Pussis-Unimed dan Museum Kota China.
Penelitian dan penggalian arkeologi di Situs Kota China itu kembali menegaskan arti pentingnya situs Kota China sebagai salah satu bandar perniagaan utama di Sumatera Timur pada abad ke-11. Penelitian itu juga telah mempertegas kembali peranan situs Kota China dalam segitiga arkeologi di Sumut yang menghubungkan Barus,Portibi, dan Kota China,sebagaimana yang ditegaskan oleh Daniel Perret dalam bukunya Kolonialisme dan Etnisitas (2010).
No comments:
Post a Comment