METRO SIANTAR Selasa, 26 Juli 2011 BARUS–Faduru Harefa (33) warga Gunung Sitoli Kabupaten Nias, narapidana (napi) cabang Rutan Barus tewas di Puskesmas Barus karena mengalami sakit perut dan dada, Senin (25/7) sekira pukul 08.30 WIB.
Kepala Cabang Rutan Barus Alexander L Putra AMd IP SH MH melalui Kepala Pengamanan Cabang Rutan (KPCR) Saoloan Panggabean ditemui METRO di Puskesmas Barus mengatakan, Faduru Harefa meninggal dunia disebabkan karena sakit perut dan dada.
Sebelum meninggal dunia, ujarnya, korban memanggil rekannya sesama napi, Anda Syaputra sekira pukul 03.00 WIB mengeluhkan sakit perut dan dada. Kemudian rekan korban melaporkan kepada petugas jaga malam itu.
Oleh petugas jaga, korban pun dikeluarkan dari kamar korban di Lantai II nomor 8 dan diturunkan ke lantai I, selanjutnya diberikan balsem ke perut korban sebagai pertolongan pertama. Namun kondisi korban semakin parah, sekitar pukul 08.00 WIB, petugas rutan melarikan korban ke Puskesmas Barus untuk mendapatkan perawatan. Namun setelah sampai di Puskesmas Barus, tidak ada satu orang pun yang jaga pada pagi itu. Kemudian pihaknya menghubungi pihak Puskesmas Barus. Sekitar 30 menit menunggu, baru datang para medis Puskesmas Barus. Sayang, nyawa korban tidak tertolong lagi.
“Jadi, saya menduga korban meninggal dunia karena keterlambatan perawatan dari pihak medis. Karena sebelum meninggal dunia, ada sekitar 30 menit korban terbaring di Puskesmas Barus tanpa ada perawatan dari dokter. Seandainya pada saat korban kami bawa ke Puskesmas Barus ada perawatan, kemungkinan nyawa korban dapat tertolong. Tapi apa mau dikata, mungkin sudah ajalnya,” ujarnya.
Dikatakan Saoloan, Faduru Harefa merupakan terpidana tujuh tahun penjara karena kasus sodomi yang diputus Pengadilan Negeri Gunung Sitoli tahun 2008 dan menghuni rutan Gunung Sitoli. Kemudian dipindahkan ke LP Sibolga, selanjutnya pada tahun 2010 dipindahkan kembali ke Cabang Rutan Barus.
“Korban baru setahun menghuni cabang rutan Barus. Kalau tidak ada masalah, tahun 2014 korban akan bebas. Selama menghuni cabang rutan Barus dia terlihat sehat-sehat saja, dan hanya kadang-kadang mengeluh sakit perut dan dada,” ungkap Saoloan.
Lanjut Saoloan lagi, untuk penguburan korban, pihaknya sudah menghubungi pihak keluarganya melalui rutan Gunung Sitoli dan sambil menunggu pihak keluarga datang menjemput jenazah korban. Pihaknya akan membawa jenazah korban ke cabang rutan Barus untuk disemanyamkan. Apabila dalam dua hari kedepan pihak keluarga tidak juga datang untuk menjemput jenazah korban, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kanwil Dephukum dan HAM Sumut.
“Memang kita ada mendapatkan nomor handphon di kantong jelana korban. Dan nomor itu sudah kita hubungi dan memberitahu bahwa korban sudah meninggal dunia. Informasi lain juga kita sudah menghubungi pihak rutan Gunung Sitoli, kebetulan ada pegawai LP Sibolga yang pindah tugas ke Rutan Gunung Sitoli. Muda-mudahan secepatnya kita akan mendapatkan alamat keluarga korban di Gunung Sitoli,” tandasnya.
Sedangkan rekan korban yang juga Napi penghuni Cabang Rutan Barus Anda Syaputra mengatakan, sehari sebelum korban meninggal dunia terlihat baik-baik saja dan tidak ada mengeluhkan sakit. Namun pada Senin (25/7) sekitar pukul 03.00 WIB korban memanggil dirinya ke lantai II dan mengeluhkan sakit perut dan dada. Kemudian keluhan korban dilaporkan kepada petugas yang jaga pada saat itu. Setelah itu korban dikeluarkan dari kamarnya dan dibawa ke lantai I untuk diberikan pertolongan berupa balsem karena korban mengeluhkan sakit perut. Karena sakitnya semakin parah, korban dilarikan ke Puskesmas Barus untuk mendapatkan pertolongan, namun nyawa korban tidak dapat tertolong lagi.
Dokter Puskesmas Barus Dr Adi M Rangkuti saat ditemui wartawan di Puskesmas Barus mengatakan, korban tidak sempat dirawat karena begitu dirinya sampai di Puskesmas korban sudah meninggal dunia. Diduga korban meninggal dunia karena penyakit yang diderita korban. Ketika ditanya apa penyakit korban? Dokter Adi mengatakan belum mengetahui pasti karena korban tidak sempat dirawat. Namun berdasarkan hasil visum, tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
”Makanya kita bisa simpulkan, korban meninggal dunia karena sakit. Untuk mengetahui secara pasti apa penyebab kematian korban harus dilakukan otopsi,” tandasnya.
Kapolsek Barus AKP Tumbur Simanjuntak kepada METRO di ruang kerjanya mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima dari pihak Cabang rutan Barus bahwa korban meninggal dunia karena sakit. Namun Kapolsek mengaku pihaknya tetap melakukan penyelidikan penyebab kematian napi penghuni cabang rutan Barus tersebut. (mas)
No comments:
Post a Comment